ABOUT LINKS TAG
about


the blog
This is a personal blog - a digital diary of mine.

the writer
I'm just like the other girl.


Entah kenapa // Wednesday
31.10.18
Halo.

Lama tidak berjumpa. 

Seharusnya laman ini diubah menjadi laman bersedih, bukan lagi jurnal. Aku hanya memiliki keinginan menulis ketika bersedih. Aku hanya ingin membagikan gundahku, jarang senangku. Gundah seperti beban, dengan menulis, aku dapat (dan berharap) menguranginya sedikit demi sedikit. Aku tidak pernah pandai berkata-kata. Aku tidak pernah pandai menyampaikan maksudku. Aku selalu terbelit, tersandung oleh omonganku sendiri. Pikiranku berpacu cepat, semua kupikirkan, tapi sedikit sekali yang keluar, sedikit sekali yang tertata. Entah kenapa.

Hari ini, lebih dari hari-hari sebelumnya, aku sangat berharap ketidakbecusanku dalam bercakap bisa kuperbaiki. Aku pelupa, aku tidak bermaksud menyembunyikan. Aku mudah teralihkan, teralihkan oleh apapun yang sedang ada di depan mataku, sehingga aku meremehkan apa yang tidak lagi disana. Pada suatu titik, aku tahu apa yang aku harus katakan, tapi entah karena ego, atau aku terlalu sibuk membela diri, aku tinggalkan dan aku lompat ke pembicaraan lain, yang sudah lewat. Entah kenapa.

Aku tidak terlalu perduli kalau hanya diriku yang merugi karena ketololan aku, tapi hari ini kamu juga ikutan. Aku salah. Aku tidak mengerti kenapa aku tidak dapat menyatakan cinta dalam bentuk kalimat selain sayang. Entah kenapa.

Iya, aku akan mencoba...
Iya, aku akan berusaha...

...untuk menjadi lebih terbuka, lebih peduli, dan lebih baik. Tadi, kalimat itu hilang entah tertinggal dibelah mana otakku. Tapi, percayalah, aku sudah selalu mencoba menerapkan dan akan selalu mencoba. 

Hari ini, aku merasa menjadi orang paling hipokritikal. Aku ingin kalimat itu terlontar dari mulutmu  ketika aku butuh ditenangkan. Tapi, aku tidak memberikannya. Entah kenapa. 

Apa sih yang kutahu?

Entahlah.
Mungkin aku tidak tahu apa-apa dan selalu berlagak sok tahu (dan mungkin kamu juga sudah tahu aku selama ini berpura-pura tahu).
Aku berharap kamu masih belum terlalu lelah berjalan, belajar, tertawa, bersedih, berdansa, bersamaku yang selalu berlari dibalik entah kenapa sampai tadi. Aku berharap aku bisa memperbaiki caraku, agar kamu tidak semakin lelah---karena aku belum pernah seingin ini untuk terus bersama dengan seseorang.